Lumajang, korannasional.id - Harga tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Penurunan harga tembakau berkisar antara Rp 3.000-4.000 per kilogram.
Adapun tembakau rajangan jenis kasturi di Kabupaten Lumajang saat ini dihargai Rp 60.000 per kilogram, turun Rp 4.000 dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 64.000 per kilogram.
Adapun tembakau jenis white burley dihargai Rp 57.000 per kilogram, turun Rp 3.000 dibandingkan tahun lalu yakni Rp 60.000.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang, Dwi Wahyono mengatakan, meski terjadi penurunan harga, petani masih merasakan keuntungan.
Dwi menyebut, di tengah anjloknya harga tembakau di berbagai daerah, tembakau Lumajang termasuk yang harganya masih stabil.
"Harga tahun ini memang turun sedikit, sekitar Rp 3.000 dibandingkan tahun kemarin. Tapi ini masih normal dan tetap menguntungkan bagi petani," kata Dwi di Lumajang, Jumat (26/9/2025).
Dwi mengatakan, salah satu penyebab turunnya harga tembakau tahun ini yakni faktor cuaca yang kurang bersahabat.
Intensitas hujan yang tinggi di masa tanam menyebabkan kualitas tanaman tembakau menurun.
Selain itu, tingginya curah hujan mengakibatkan petani kesulitan dalam mengeringkan tembakaunya setelah dipanen.
Dengan begitu, banyak tembakau yang melempem saat hendak disetor ke perusahaan mitra.
"Kalau waktu tanam sering hujan, otomatis pupuk mudah tercuci, dan itu mempengaruhi performa dan produktivitas tembakau. Belum lagi soal pengeringan. Dampaknya bisa ke penurunan kualitas saat disetor," ucapnya.
Dwi menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petani harus melakukan perawatan lebih intens terhadap tembakau yang ditanam.
"Tergantung petaninya. Kalau kualitas yang disetorkan bagus, ya bisa dapat grade bagus dan harga tinggi juga," katanya. (Rani)
