Notification

×

Tag Terpopuler

Begal Sadis di Sampang, Ojol Asal Sidoarjo Dibakar Penumpang dan Motor Dirampas

Senin, 13 Oktober 2025 | Oktober 13, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T02:31:36Z

Sampang, korannasional.id – Kasus begal terhadap seorang driver ojek online (ojol) asal Sidoarjo di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini mulai terungkap.

Sadisnya, pelaku yang merupakan penumpang, menyiramkan bensin lalu membakar hidup-hidup korban dan membawa kabur sepeda motor.

Polisi memastikan kejadian mengenaskan itu terjadi di Dusun Nyi Buran, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, pada Senin (13/10/2025) sekitar 07.30 WIB.

Korban diketahui bernama Stevens Charles Ricky, warga Sidoarjo, yang saat itu sedang menerima pesanan ojek dari seseorang tak dikenal dengan tujuan Bangkalan.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, menceritakan, bahwa korban berangkat dari Surabaya sekitar pukul 05.30 WIB dan mengikuti arahan penumpang menuju wilayah Madura.

"Sesampainya di lokasi kejadian, penumpang meminta korban berhenti di daerah sepi. Saat itu pelaku langsung menyiramkan bensin ke tubuh korban dan membakarnya," ujarnya.

Dalam kondisi tubuh terbakar, korban berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari sepeda motor. 

Pelaku kemudian membawa kabur motor milik korban, sementara korban berlari ke arah permukiman warga untuk meminta pertolongan.

"Korban sempat diselamatkan oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Jrengik untuk pertolongan pertama, lalu dirujuk ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang," terangnya.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan, korban mengalami luka bakar di wajah, dada, punggung, serta lengan kiri dan kanan, dengan tingkat luka mencapai 40 persen. 

Hingga kini korban masih dalam kondisi sadar dan dirawat intensif di ruang perawatan khusus.

Sementara, pihak kepolisian dari Polsek Jrengik dan Satreskrim Polres Sampang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

"Pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kami sudah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pengejaran," tutup AKP Eko Puji Waluyo. 


×
Berita Terbaru Update