Notification

×

Tag Terpopuler

Dorong BUMD Berperan Aktif, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Mahdi: Selalu Diawasi

Jumat, 10 Oktober 2025 | Oktober 10, 2025 WIB Last Updated 2025-10-11T04:01:37Z

Surabaya, korannasional.id - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Timur terus diharapkan bisa optimal untuk berkontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Selain itu, dorongan agar BUMD berperan aktif dalam perputaran ekonomi daerah terus getol disampaikan DPRD Jatim.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Mahdi mewanti-wanti bahwa BUMD memiliki peran strategis. Meskipun tak dipungkiri, dari 8 BUMD di Jawa Timur saat ini baru sektor perbankan utamanya Bank Jatim yang memberikan sumbangan PAD signifikan.

Dari data tahun 2024, ada sekitar Rp 471 Miliar dari BUMD. 

Dari angka itu, mayoritas disumbang oleh Bank Jatim. Dalam Podcast DPRD Jatim Gebrakan Wakil Rakyat belum lama ini, Mahdi terus mendorong agar BUMD bisa optimal dalam berkontribusi terhadap PAD. Dalam pembangunan daerah PAD tentu saja merupakan faktor penting. 

"Makanya kita sekarang ini selalu mengawasi bagaimana BUMD kita ini lebih sehat dan memberikan kontribusi kepada Provinsi Jawa Timur ini lebih signifikan," kata Mahdi dalam Podcast yang berlangsung di kawasan Probolinggo ini. 

DPRD Jatim tak memungkiri, BUMD saat ini belum sepenuhnya optimal. Sehingga perlu dikelola secara profesional. Para wakil rakyat tak ingin BUMD maupun anak perusahaannya kembali merugi.

Dengan pengelolaan yang serius dan profesional, BUMD diyakini akan optimal dalam menyumbangkan PAD maupun memutar perekonomian. 

Mahdi mengungkapkan, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan ia dan Komisi C DPRD Jatim, mendapati pengelolaan yang kurang profesional lantaran kerap kali direksi BUMD menyampaikan kurang penyertaan modal. 

Sehingga, perusahaan menjadi tidak berkembang. Selaiknya perusahaan, seharusnya ada inovasi. 

Sebab menurut Mahdi, modal yang diberikan kepada BUMD sebetulnya sudah besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan optimal agar BUMD bisa sehat.

"Jadi keprofesionalan itu dan juga butuh pengawasan yang lebih ketat, itu yang penting. Jadi kan kita tahu kalau di perusahaan itu ada eksekutifnya ada komisarisnya," jelas Mahdi.


×
Berita Terbaru Update