Rembang, korannasional.id – Meski tidak seluruhnya anggota memberikan dukungannya, dalam musyawarah Daerah (MUSDA) ke-XI DPD 2 Partai Golkar (Golongan Karya) dengan agenda memilih Pimpinan baru Partai partai untuk menjalankan visi /misi kepartaian di wilayah Kabupaten Rembang, secara aklamasi pimpinan sidang t memutuskan bahwa Maryono secara sah terpilih menggantikan Anjar Krisniawan, S.T. untuk periode 2025 – 2030 meski tidak seluruhnya pengurus Kecamatan dihadirkan untuk memberikan dukungan kepadanya kini menjadi kontroversi.
Seperti
diungkapkan pimpinan terpilih Maryono kepada korannasional.id usai
menerima Pataka bendera Partai Golkar sebagai simbol bahwa pada tangkup
kepemimpinan pengurus Parati Golkar untuk menjalankan tugas dan fungsinya
tersebut pada periode 2025 – 2030, bertempat di Hall Room Pollos Hotel di
Jl.Jend. Sudirman No.158, Selasa (15/10/2025).
“Benar bahwa
dalam Musyawarah Daerah ke-XI DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Rembang kali ini
dengan agenda memilih, memutuskan pimpinan baru pengurus Partai Golkar di Rembang
menggantikan ketua pengurus sebelumnya, sehingga sebagai calon tunggal yang
telah memenuhi semua persyaratannya, maka melalui aklamasi memutuskan bahwa
dirinnya Sah terpilih menjadi pimpinan pengurus Partai Golkar di Rembang
periode 2025 – 2030 ,” ungkapnya.
Disinggung
mengenai isu sikap Walk Out 4 Pimpinan Pengurus Kecamatan saat
PraMusda yang kabarnya merasa kecewa karena diduga panitia penjaringan calon
pimpinan pengurus partai hanya menyuguhkan 1 nama calon untuk dipilih dalam
Musda selanjutnya mengapa hanya 1 Nama (Maryono) yang disuguhkan oleh panitia
penjaringan sebagai calon pimpinan tunggal sedangkan menurut mereka ada nama
calon lain yang tidak disebutkan mendaftar saat itu, diakui Maryono tidak
mengetahui hal tersebut karena itu adalah wilayah panitia, katanya.
Lain tempat,
seseorang yang mengaku jika sebelum adanya rapat PraMusda untuk menjaring
calon pimpinan pengurus Partai Golkar DPD 2 Kabupaten Rembang mengakui bahwa
sebenarnya namanya telah mendaftarkan diri sebagai kandidat calon pimpinan,
namun dalam PraMusda 28 September 2025 lalu namanya tidak disuguhkan oleh
panitia penjaringan yang 4 Perwakilan Kecamatan yang memiliki hak suara dalam
rapat praMusda memilih sikap Walk Out sebagai ungkapan rasa kecewanya,
Priyono, S.E dengan nada kecewa mengungkapkan alasan tersebut.
“Benar
bahwa pada akhir September 2025 lalu Partai Golkar DPD 2 Rembang
mengagendakan penjaringan calon pimpinan pengurus Partai Golkar untuk periode
2025 – 2030, sehingga sebelum adanya acara tersebut diselenggarakan dirinya
mengaku telah mendaftarkan namanya sebagai kandidat calon pimpinan
penguru Partai, tetapi saat diselenggarakannya Pramusda daftar namanya malah
hilang tidak disuguhkan oleh panitia, dan akhirnya hanya muncul 1 nama calon
pimpinan tunggal yang saat ini dipustuskan Sah terpilih memimpin pada agenda
MUSDA ke-XI DPD 2 Kabupaten Rembang untuk periode 2025 – 2030,” ungkap Priyono.
Pria yang
mengaku telah berkecimpung di dunia politik melalui kendaraan Partai Golkar
sejak Tahun 1986 tersebut diakuijuga bahwa saat ini menjabat sebagai
Ketua Kosgoro 1957 termasuk bahwa dirinya saat ini juga menjadi wakil ketua
Bid. OKK DPD Golkar hingga saat ini junga menyampaikan sikap kekecewaannya
kepada panitia penjaringan yang diduga tidak melalui prosetataca penjaringan
yang benar sesuai dengan AD / ART Partai Golkar tersebut mengungkapkan rasa
kekecewaannya.
Disampaikan
Priyono, dari kejadian tersebut di atas hendaknya menjadi evaluasi bagi kinerja
seluruh pengurus dalam menjalankan penjaringan nama calon pimpinan khususnya
pada DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Rembang yang diduga berani bersikap
menghilangkan 1 nama calon yang telah mendaftarkan diri dengan dugaan tujuan
hanya menyuguhkan 1 nama tunggal untuk disepakati, disetujui, didukung terpilih
dan menerbitkan Surat Keputusan Pimpinan Pengurus Partai Terpilih agar tidak
terus terulang, sehingga menjadikan Golkar DPD Rembang menjadi Kokoh, Solid dan
maju, pungkas dan harapnya. (SUGITO)
