Notification

×

Tag Terpopuler

Kunjungi Trenggalek, Rektor Universitas Brawijaya Apresiasi Konsep Pembangunan Ramah Lingkungan

Senin, 06 Oktober 2025 | Oktober 06, 2025 WIB Last Updated 2025-10-07T06:17:17Z

 


TRENGGALEK - Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, bersama jajaran pimpinan kampus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek, Senin (6/10/2025).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan meninjau sejumlah potensi Kabupaten Trenggalek, mulai dari sektor perkebunan hingga industri pengolahan kopi di Kecamatan Bendungan.

Selain itu kedua pihak juga ingin mempererat kerja sama yang selama ini sudah terjalin yaitu pengembangan minyak atsiri. 

Kini, kerja sama tersebut berpotensi meluas pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi), serta pengembangan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainability development) di daerah.

“Yang pertama saya menemui Pak Bupati, karena kami memang sudah bekerja sama dengan baik. Kemudian kami meninjau Pabrik Kopi Van Dilem. Dari sini kita belajar bagaimana pengelolaan kopi dilakukan sejak zaman Belanda dengan konsep keberlanjutan, lingkungan tidak rusak, tapi tetap produktif," kata Widodo, Selasa (7/10/2025).

Pendekatan berkelanjutan tersebut tercermin dari pengolahan kopi Van Dilem yang mana menunjukkan perkembangan teknologi dan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan. 

"Pembangunan harus sustainable karena kita diamanahi lingkungan ini untuk generasi mendatang," lanjut dosen bidang Biologi tersebut.

Widodo juga mengapresiasi visi pembangunan berkelanjutan yang diusung Bupati Trenggalek, ia pun berkomitmen untuk mendukung konsep pembangunan Trenggalek yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut membuka banyak peluang kolaborasi baru.

"Sebelumnya UB sudah kerja sama di sektor atsiri. Kali ini Pak Rektor melihat potensi yang lebih luas, termasuk sektor berbasis alam dan sejarah. Kita juga membahas bagaimana kerja sama ini bisa dihubungkan dengan swasta, kampus luar negeri, hingga NGO (lembaga non profit)," jelas Mas Ipin.

Mas Ipin ingin kerjasama tersebut bisa segera direalisasikan dan tidak hanya berhenti di tataran wacana.

"Tadi kami sudah banyak mencetuskan ide-ide. Nanti akan kami kerucutkan lagi. Intinya kami berharap bisa benar-benar berjodoh dengan Universitas Brawijaya," pungkasnya. (Rani)
×
Berita Terbaru Update