Notification

×

Tag Terpopuler

Menunggu Janji Mensos, Sekolah Rakyat di Jombang Belum Miliki Laptop untuk Pembelajaran Digital

Selasa, 14 Oktober 2025 | Oktober 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T08:47:29Z

Jombang, korannasional.id - Suasana belajar di Sekolah Rakyat SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang sudah semakin hidup. 

Meski dalam pembelajaran digital, Sekolah Rakyat masih harus menunggu bantuan fasilitas laptop yang pernah dijanjikan Menteri Sosial (Mensos) beberapa waktu lalu. 

Sedangkan program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah pusat melalui Sekolah Rakyat resmi dimulai di Jombang, Senin (14/7/2025). 

Sebanyak 100 siswa terdiri dari jenjang SMP dan SMA telah menempati asrama di SKB Mojoagung, sebagai bagian dari pelaksanaan tahun ajaran perdana.

Kepala Sekolah Rakyat SKB Mojoagung, Andik Minarto mengungkapkan, peningkatan semangat belajar para siswa terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir.

Kebersamaan di antara mereka semakin kuat, baik saat belajar di kelas maupun dalam aktivitas keseharian di lingkungan asrama. 

“Kalau dulu anak-anak banyak yang ingin pulang, sekarang sudah kerasan. Mereka lebih kompak, saling menyemangati, dan semangat belajarnya luar biasa,” kata Andik, Senin (13/10/2025).

Pihak sekolah juga terus melengkapi berbagai kebutuhan dasar siswa. Sejumlah bantuan dari berbagai pihak telah diterima, mulai dari perlengkapan belajar hingga kebutuhan seragam dan alas kaki. 

“Kami bersyukur sekarang fasilitas semakin lengkap. Anak-anak sudah punya seragam biru putih, abu-abu putih, pramuka, bahkan sepatu baru. Dukungan ini benar-benar mendorong semangat belajar mereka,” tambahnya.

Meski demikian, Kepala Sekolah mengakui masih ada beberapa keterbatasan, terutama dalam hal sarana teknologi. Hingga kini, sekolah belum memiliki laptop yang bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran digital. 

“Peralatan seperti laptop memang belum tersedia karena status sekolah masih sementara. Kami masih menunggu pembangunan gedung permanen dari pemerintah,” jelasnya.

Selain fasilitas, keberlangsungan proses belajar juga menjadi perhatian utama. Semua guru disebut telah aktif mengajar sesuai jadwal, dan pihak sekolah berupaya menjaga agar tidak ada kekosongan tenaga pendidik.

“Tenaga pengajar kami tetap aktif. Kalau ada pergantian guru, langsung kami sesuaikan agar kegiatan belajar tidak terhambat,” tegasnya. 

Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan gedung permanen untuk mendukung keberlanjutan kegiatan belajar mengajar. 

“Kalau nanti sudah punya gedung sendiri, tentu akan lebih optimal. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat SKB Mojoagung, Sabtu (11/10/2025) lalu, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan fasilitas laptop untuk setiap siswa dan guru. 

Karena itu bagian dari implementasi arahan Presiden tentang transformasi digital pendidikan. Dalam kunjungan itu, Gus Ipul didampingi Wakil Bupati Jombang, KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman. 

Ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Jombang terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2025. 

“Sekolah rakyat ini mulai beroperasi pada 14 Juli, dimulai dari 63 titik. Kemudian bertambah 37 titik pada Agustus dan 65 titik pada September, jadi hingga hari ini sudah ada 165 titik yang beroperasi,” ucap Gus Ipul kepada awak media.

“Setiap siswa nanti akan mendapatkan satu laptop untuk proses belajar-mengajar. Gurunya juga mendapatkan satu. Ini sesuai arahan Presiden agar teknologi digunakan untuk memperkuat sistem pendidikan,” tambahnya waktu itu.


×
Berita Terbaru Update