Notification

×

Tag Terpopuler

SPPG Panen Resto Tulungagung Kembali Beroperasi, SMAN 1 Kedungwaru Bantah Kasus Keracunan MBG

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB Last Updated 2025-10-16T02:31:32Z

Tulungagung, korannasional.id - Sempat terhenti selama satu bulan, SMAN 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali mendapat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10/2025). 

Karena masalah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panen Resto, MBG di sekolah ini sempat terhenti sejak Senin (15/9/2025) lalu.

Pemberian kembali MBG ini disertai isu miring, ada seorang siswa yang mengalami keracunan.

Menanggapi isu itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kedungwaru, Andy Candra Purwonegoro, mengatakan, tidak ada kasus keracunan. 

“Hari ini pelaksanaan MBG berjalan lancar, tidak ada kendala. Kami sampaikan, tidak benar ada keracunan,” jelasnya pada Rabu sore.

Candra mengakui, sempat ada kabar 10 siswa yang mengalami keracunan usai menyantap MBG. 

Namun sebenarnya hanya ada satu siswa yang sakit, itupun tidak terkait dengan MBG. Siswa itu adalah seorang atlet jiu jitsu yang sedang dalam persiapan menghadapi pertandingan. 

Dalam persiapannya, siswa itu sedang proses penyesuaian berat badan untuk kelas yang akan dipertandingkan. 

Siswa yang sakit dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapat perawatan.

“Dia sakit saat di sekolah, mungkin karena kelelahan. Tapi bukan karena makan MBG,” tegasnya.

SMAN 1 Kedungwaru menerima lebih dari 1.300 menu MBG dari hari Senin-Jumat. 

Setelah berhenti 1 bulan, MBG di sekolah ini kembali dilayani SPPG Panen Resto di Jalan Panglima Sudirman, Tulungagung.

Masih menurut Candra, menu yang disajikan bisa diterima dan dinikmati para siswa. 

“Semua siswa mau menyantap, tidak ada kendala,” katanya.

Selain SMAN 1 Kedungwaru, SPPG Panen Resto melayani SDN 01 Kepatihan, SDN 02 Kepatihan, SDN 03 Kepatihan, SD Kristen Petra, KB dan TK Kristen Petra, SD Katolik Santa Maria, PAUD dan TK Katolik Santa Maria, SMA PGRI Tulungagung dan SMK PGRI 1 Tulungagung.

SPPG ini sempat berhenti beroperasi karena ahli gizi dan akuntannya mengundurkan diri. Dua jabatan ini sangat vital dan menjadi syarat wajib yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ahli gizi bertugas menentukan menu dan pemorsian MBG untuk setiap penerima manfaat. Sementara akuntan bertugas mengurusi keuangan, termasuk mengelola belanja SPPG


×
Berita Terbaru Update