Surabaya, korannasional.id – Pemerintah Kota Surabaya terus memantau fenomena semburan air berbau gas yang muncul di kawasan Sungai Rungkut Tengah sejak Kamis (16/10/2025).
Wali Kota Surabaya memerintahkan mengarahkan kamera pengawas (CCTV) di sekitar titik semburan untuk mendukung proses pemantauan dan analisis tim pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widianto, menjelaskan bahwa instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota saat meninjau lokasi pada Kamis malam.
Langkah itu diambil agar seluruh aktivitas semburan dapat terekam dan menjadi bahan observasi para peneliti ITS yang kini terlibat dalam penyelidikan sumber gas.
“Bapak Wali Kota tadi malam langsung datang ke lokasi dan memerintahkan agar kami segera berkoordinasi dengan tim ITS. Selain itu, beliau juga meminta agar CCTV yang ada diarahkan ke titik semburan supaya bisa dilakukan pemantauan secara real-time,” ujar Irvan.
Irvan menambahkan, tim BPBD bersama PGN dan PDAM, telah melakukan pemeriksaan sejak awal kejadian. Hasil sementara menunjukkan tidak ada kebocoran jaringan pipa gas maupun air bersih di kawasan tersebut.
“Tim dari PGN sudah memastikan tidak ada gangguan pada jaringan mereka. Sementara dari hasil pengukuran, semburan itu mengandung gas metana (CH₄), tapi kadarnya masih aman dan tidak menimbulkan bahaya,” jelasnya.
Untuk mendukung penelitian, ITS menurunkan tim lapangan lengkap dengan alat Geo radar guna mendeteksi kondisi tanah di bawah titik semburan. Wilayah sekitar lokasi juga telah dipasangi perimeter pengamanan oleh BPBD.
“Sekarang fokus kami adalah membantu teman-teman ITS dalam observasi ilmiah, sesuai arahan Wali Kota. Kami akan terus pantau, dan dengan adanya CCTV nanti, setiap perubahan tekanan atau aktivitas semburan bisa segera diketahui,” pungkas Irvan.
