Pamekasan, korannasional.id - Memasuki musim hujan nyamuk mulai menyerang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu 2 di Tenda Darurat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025).
Sejak SDN Tamberu 2 disegel ahli waris pada Minggu (19/10/2025), 111 siswa masih telantar dan belajar di ruang tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hari, salah satu wali murid mengaku semakin khawatir kondisi siswa saat memasuki musim hujan.
"Nyamuk sudah masuk ke tenda dan menyerang siswa saat belajar," ungkapnya, Rabu (5/11/2025).
Ia menyampaikan, nyamuk dikhawatirkan mengancam kesehatan siswa.
Bahkan menurutnya, bukan hanya nyamuk, jenis serangga lain juga dikeluhkan oleh siswa.
"Bagaimana tidak ada nyamuk, tenda hanya berjarak 2 meter dari tumpukan sampah," katanya.
Sampah terus bertambah setiap hari. Meskipun sudah ada larangan, tapi sebagian masyarakat tetap membuang di sekitar tenda.
"Saya sempat mengusulkan agar sampah dipindah pakai alat berat. Tapi sampai saat ini belum dilakukan," katanya.
Hari mengaku bukan hanya nyamuk yang mengkhawatirkan. Saat musim hujan sampah akan berbau busuk dan menyengat. Dampaknya, siswa tidak hanya terganggu dengan bau busuk. Tapi khawatir mengganggu kesehatan siswa juga.
"Kami berharap siswa segera bisa kembali belajar di kelas. Saat hujan kami sangat khawatir," ujarnya.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohamad Alwi enggan memberikan keterangan.
Saat berusaha ditemui dan dimintai keterangan melalui sambungan telepon, pihaknya pun tidak memberikan keterangan soal antisipasi kesehatan siswa saat musim hujan.
Camat Batumarmar, R Muhammad Lutfi mengaku tidak mengetahui adanya nyamuk di tenda darurat.
"Saya pernah ke sana tidak ada nyamuk," katanya.
Dia menyampaikan, sebagian sampah sudah dibersihkan. Bahkan, di dalam tenda sudah dipasang palet kayu.
"Di alas tenda sudah dipasang palet kayu. Agar air tidak mengganggu siswa saat hujan," ucapnya.
Ditanya soal penyelesaian sengketa tanah dengan ahli waris? Pihaknya mengaku bukan kewenangannya.
"Silakan ditanyakan ke Disdikbud dan pihak aset," katanya.
Akibat penyegelan itu, 111 siswa SDN Tamberu 2 belajar di tenda darurat. Satu tenda dibagi tiga kelas, dan satu bangku ditempati tiga siswa.
Sebelumnya, ahli waris menyegel pintu pagar SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar sejak Minggu (19/10/2025).
Mereka menutup pagar sekolah dengan alasan belum adanya ganti rugi tanah dari pemerintah.
