Keterangan Foto : Makam Kartini yang berada di Desa Bulu, Kecamatan Bulu Rembang yang menjadi tapak tilas perjalanan R. A. Kartini.
REMBANG, korannasional id - Terdapat sebuah bangunan tempat singgah yang diperkirakan sudah ada sekitar tahun 1889 berdiri dan disebelahnya terdapat Makam R.A Kartini yang berada di wilayah Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Rembang.
Sehingga tempat tersebut menjadi tapak tilas perjalanan Pahlawan Nasional R.A. Kartini untuk menjadi pilihan masyarakat mendapatkan edukasi tentang sejarah perjalanan pahlawan emansi wanita untuk berkunjung dan ziarah di tempat tersebut baik pada biasa atau pada saat peringatan Hari Kartini 21 April setiap Tahunnya.
Menjawab pertanyaan masyarakat terkait sejarah perjalanan singkat Kartini dan mengapa makam pahlawan tersebut bertempat di Desa Bulu Rembang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora tersebut , korannasional.id melalui seorang juru kunci coba mendapatkan keterangan, (Selasa, 21/4/2026).
Disampaikan Wartono bahwa R.A. Kartini tersebut lahir di Kabupaten Jepara pada 21 April 1879 kemudian dalam perjalanannya ia dinikahi oleh Bupati Rembang ke-5 K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 8 November 1903 yang saat itu beliau berusia 24 tahun dan sang suami (Bupati Rembang saat itu) sangat mendukung cita-cita Kartini untuk mendirikan sekolah perempuan di Rembang, ungkap juru kunci makam Kartini tersebut, kata dia.
"Kemudian dari pernikahan tersebut Kartini dikaruniai seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada 13 September 1904 dan karena pendarahan yang serius saat melahirkan pada 17 September 1904 beliau wafat pada usianya 25 Tahun dan dimakamkan di tempat ini," lanjut Wartono.
Disampaikannya bahwa sebelum menikah dengan R.A. Kartini, Bupati Rembang Raden Adipati Singgih Djoyo Adiningrat sudah pernah menikah, lalu istrinya meninggal dunia dan dimakamkan juga di Desa Bulu tersebut, tambanya.
"Ya kalau Bu Kartini ini memang permaisuri dari Pak Bupati Rembang saat itu, tetapi untuk tepatnya beliau ini permaisuri yang kedua menggantikan yang pertama karena wafat yang sebelumnya telah dimakamkan di tempat tersebut" kata dia.
Disinggung mengapa makam Kartini beserta keluarga berada Desa Bulu sebagai tempat peristirahatan terakhir, disampaikan bahwa dulu sebelum ada makam terdapat semacam rumah singgah yang berada di lokasi ini yang diperkirakan sudah ada sekitar tahun 1889 dan mungkin karena dianggap cocok dan nyaman untuk dijadikan sebagai makam keluarga, paparnya.
"Karena dulu sebelum ada makam ini, beliau punya sebuah rumah singgah atau vila yang dikenal sebagai Puncak Winahyu, yang berada di belakang makam ini yang sudah ada sejak tahun 1886 dan mungkin karena dianggap lokasinya nyaman sehingga dipilih sebagai makam keluarga," papar Wartono lagi.
Dilanjutkanya bahwa sebelum menikah dengan R.A. Kartini, Bupati Rembang Raden Adipati Singgih Djoyo Adiningrat sudah pernah menikah dan istrinya yang dinikahinya tersebut meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Bulu tersebut, kata dia.
"Kalau dalam sejarahnya Bu Kartini ini memang permaisuri dari Pak Bupati Rembang saat itu, tetapi untuk tepatnya beliau ini permaisuri yang kedua menggantikan yang pertama karena wafat," kata dia.
Sehingga karena permaisuri Pertamanya telah wafat kemudian Bupati Rembang saat itu memilih menikahi Raden Adjeng Kartini yang mana Raden Adjeng Kartini sendiri menikah juga enggak lama hanya 10 bulan. Karena 10 bulan setelah menikah beliau melahirkan dan pada hari ke- 4 hari disebabkan karena pendarahan serius beliau wafat pada usia 25 tahun," tambahnya lagi sebelum mengakhiri. (SUGITO)
