Notification

×

Tag Terpopuler

Pemkab Sidoarjo Dampingi Penerbitan Perizinan UMKM Perajin Topi

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T10:25:24Z


Sidoarjo, Korannasional.id – Bupati Sidoarjo, Subandi, mengaku kecewa saat mengetahui pesanan perlengkapan sekolah yang diproduksi perajin topi di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, justru didominasi dari luar daerah.


Kekecewaan tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sentra produksi topi Master Konveksi, Jumat (24/4/2026).


Menurutnya, kondisi ini cukup ironis mengingat Kabupaten Sidoarjo memiliki lebih dari seribu satuan pendidikan yang seharusnya dapat menjadi pasar potensial bagi produk UMKM lokal.


“Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo, kok malah ini pemesanan dari SMA Negeri Balikpapan,” ujarnya usai meninjau lokasi produksi.


Bupati Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan semua pihak, terutama masyarakat dan institusi pendidikan di daerah.


Ia menilai, membeli produk UMKM lokal merupakan langkah nyata dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan belanja di dalam daerah, perputaran ekonomi masyarakat akan semakin kuat.


Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo untuk membahas dukungan terhadap UMKM, khususnya perajin topi di Desa Punggul.


“Kita akan panggil Dinas Pendidikan, kita rapatkan. Kepala sekolah juga kita harapkan hadir, UMKM harus kita tingkatkan,” tegasnya.


Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga akan memberikan pendampingan dalam pengurusan izin usaha bagi pelaku UMKM. Menurut Subandi, legalitas usaha sangat penting untuk memudahkan akses terhadap permodalan dan bantuan pemerintah.


“Izin-izin UMKM akan kita bantu dan kawal agar para pelaku UMKM segera memiliki izin usaha,” tambahnya.


Sementara itu, Fuad, perajin topi di Master Konveksi, mengakui bahwa pesanan dari dalam Sidoarjo masih sangat minim. Selama ini, pesanan justru lebih banyak datang dari luar daerah.


Ia mengaku telah mencoba memasarkan produknya ke sejumlah sekolah di Sidoarjo, namun hasilnya belum optimal.


“Pernah mencoba, tapi ditolak. Pernah juga contoh produk diterima, tapi tidak ada kelanjutannya, hanya bilang nanti dihubungi,” ungkapnya.


Fuad berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, terutama dalam membantu promosi produk UMKM ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo.


Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan UMKM lokal dapat berkembang lebih pesat dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

(Ahmadi)

×
Berita Terbaru Update