Sidoarjo, Korannasional.id | 3 November 2026 – Upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bursa Kerja Terbuka (Job Fair) Hybrid 2026 yang resmi dibuka di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Selasa (3/11/2026).
Job fair kali ini menghadirkan 60 perusahaan dan lembaga yang menawarkan sebanyak 4.246 lowongan pekerjaan dengan 298 posisi jabatan. Kesempatan kerja tersebut mencakup penempatan di dalam maupun luar negeri.
Kegiatan dibuka oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, M. Ainur Rahman, bersama Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih.
Membacakan sambutan Bupati Sidoarjo H. Subandi, Ainur Rahman menegaskan bahwa penyelenggaraan job fair menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan menurunkan angka pengangguran.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya mewujudkan komitmen kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam menciptakan 100 ribu lapangan kerja baru.
Ia menjelaskan, kondisi perekonomian Kabupaten Sidoarjo sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,54 persen pada 2024 menjadi 5,63 persen pada 2025.
Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor industri manufaktur yang menyumbang 49,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Sementara itu, realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp7,7 triliun dari target Rp15,7 triliun. Dari capaian investasi tersebut, sebanyak 8.485 tenaga kerja telah terserap.
Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perkembangan positif. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,53 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025.
Namun, pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Ainur Rahman menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Sidoarjo. Meskipun turun dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 5,75 persen pada 2025, angka tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Kondisi ini menjadi alasan pentingnya memperkuat keterhubungan antara lembaga pendidikan, dunia industri, dan pemerintah agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perhatian terhadap kesempatan kerja yang inklusif. Bupati Subandi menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
Pemkab berharap kehadiran puluhan perusahaan dalam bursa kerja ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pencari kerja lokal.
"Pemerintah daerah berharap kegiatan bursa kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, akan tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo secara nyata," demikian pesan Bupati yang disampaikan melalui Pj Sekda.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo, Dwieko Saptono, menyoroti persoalan yang dihadapi kedua pihak dalam pasar tenaga kerja.
Menurutnya, pencari kerja mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, perusahaan sebagai pemberi kerja juga menghadapi kesulitan dalam menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan.
Melalui penyelenggaraan Job Fair Hybrid 2026 ini, diharapkan tercipta titik temu antara pencari kerja dan perusahaan. Dengan demikian, ribuan peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sidoarjo.
(Ahmadi)
