Malang, korannasional.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menerima alokasi dana sebesar Rp 154 miliar dari Bank Dunia untuk program penanganan banjir.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, bantuan ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah banjir menahun yang kerap melumpuhkan beberapa kawasan vital di kota tersebut.
Selanjutnya, kata dia. dana tersebut akan diprioritaskan untuk intervensi di titik-titik rawan banjir yang telah diusulkan oleh Pemkot Malang.
Fokus utama proyek ini mencakup area krusial seperti Jalan Bondowoso, Jalan Letjen Sutoyo, serta kawasan padat penduduk di Bareng dan Galunggung.
"Penggunaan dana ini didasarkan pada pemetaan dan usulan kami, menargetkan lokasi-lokasi yang paling parah terdampak."
"Ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi warga di kawasan tersebut yang selama ini selalu menjadi korban banjir," kata Wahyu, Rabu (24/9/2025).
Wahyu juga memperjelas mekanisme kerja sama ini. Proyek penanganan banjir ini merupakan program berskala nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat bersama Bank Dunia, atau Kota Malang menjadi salah satu penerima manfaat.
"Dalam skema ini, Pemkot Malang adalah penerima manfaat langsung, namun seluruh proses teknis, mulai dari tender hingga penunjukan kontraktor, akan dikelola sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Kami di daerah bertugas memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lokal," ungkap dia.
Proses untuk merealisasikan proyek ini akan segera dimulai. Tahap lelang dijadwalkan akan dibuka pada Oktober 2025, sementara pengerjaan konstruksi fisik ditargetkan untuk dimulai pada Januari 2026. (Rina)
