Gresik, korannasional.id – Keinginan almarhum Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik asal Kabupaten Gresik untuk memberikan rumah belum terwujud.
Pemuda berusia 19 tahun tersebut meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di Rusia selama 12 hari.
Naufal sempat mengalami cedera pada leher dan tulang belakang saat berlatih di Rusia.
Sebelum peristiwa memilukan tersebut, Naufal sempat telepon ibunya pada Sabtu (13/9/2025) dinihari waktu Indonesia.
Sedangkan di tempat Naufal masih hari Jumat. Video call tersebut ternyata menjadi momen terakhir Nurul melihat wajah anak bungsunya itu.
“Pesan terakhir kemarin, mamak yang sabar, doakan ya mak, mamak hati hati, saya bilang kamu yang hati-hati, dia selalu ingatkan saya jangan sampai tidak kontrol," ujar Nurul menirukan ucapan anak keenamnya itu,” saat ditemui Tribunjatim Sabtu, 27 September lalu.
Nurul yang masih tinggal dengan mengontrak rumah di wilayah Gresik kota terakhir bertemu putranya pada idul fitri lalu. Naufal dalam waktu dekat akan bertanding di world Championship di Jakarta. Rencana tersebut buyar, sehari setelah video call ibunya, Naufal mengalami cedera di Rusia. Selama 12 hari menjalani perawatan di rumah sakit. Kamis (24/9), Naufal menghembuskan nafas terakhirnya.
Jenazah Naufal tidak serta merta langsung diterbangkan dari Rusia menuju tanah air, setelah mengalami proses administrasi yang cukup panjang, Jumat (3/10) pagi, jasad Naufal tiba di rumah duka.
Nurul Khotimah yang menunggu sejak sepekan akhirnya bisa bertemu dengan putra kesayangannya itu, Naufal sudah tak bernyawa, air mata Nurul tak terbendung, sembari dipeluk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang berusaha menenangkannya. Cita-cita Naufal yang ingin membelikan rumah untuk ibunya bakal diwujudkan oleh Pemkab Gresik.
"Kami sampaikan duka cita mendalam atas kepergian Naufal, ibunya menyampaikan tanggal 13 Oktober kemarin, Naufal sempat telepon kepada ibunya. Ibu sehat ya, ibu umur panjang ya, ibunya cerita Naufal punya cita-cita membahagiakan ibunya termasuk membelikan rumah. Insya Allah Pemkab Gresik akan mengikhtiarkan itu rumah bagi ibunya Naufal, itu merupakan cita-cita Naufal supaya ibunya punya rumah, sudah komunikasikan Bupati dan Wabup," ungkap Khofifah.
Ketua Umum Federasi Gimmastik Indonesia, Ita Yuliati mengatakan, para atlet gimnastik muda turut mengantarkan jenazah Naufal ke peristirahatan terakhir. Kepergian Naufal menjadi kabar duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar.
Ita sapaan akrabnya, mengucapkan para pelatih dan perusahaan Petrokimia Gresik telah membina Naufal sejak usia 7 tahun hingga menjadi atlet pelatnas.
"Naufal merupakan harapan bangsa, kami siapkan untuk world Championship di Jakarta, Sea Games, Asian Games, Naufal terdaftar pelatnas Olimpade 2028 cita-cita Naufal menjadi impian, pesan kepada adek-adek atlet semangat Naufal menjadi semangat semuanya, berjuang untuk merah putih sampai menghembuskan nafas terakhirnya," ujarnya. (Rani)
