Situbondo, korannasional.id - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menegaskan bahwa penundaan penyelenggaran program nasional Sekolah Rakyat (SR) 2025 bukan karena sedikitnya minat siswa. Tetapi karena ada kendala teknis dan waktu yang tidak cukup.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto menyatakan sumber data siswa sudah ada.
Data siswa diambil dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tersebar di wilayah Kabupaten Situbondo.
Dia juga menyatakan ditundanya penyelenggaraan Sekolah Rakyat akibat pertama waktu yang terlalu mepet.
Kedua tempat atau fasilitas infrastruktur yang perlu direnovasi terlebih dahulu.
"Bukan karena tidak ada minat dari siswa tetapi kendala pada waktu dan anggaran," ucap Timbul Surjanto pada Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, siswa yang masuk ke sekolah rakyat yang berasal dari keluarga kategori desil 1 sampai desil 4.
Meski begitu nanti tetap ada siswa yang sekarang bersekolah di pendidikan umum yang akan bersekolah di sekolah rakyat.
"Semua siswa sekarang tetap bersekolah, mereka kami arahkan ke sekolah umum dulu, jadi tidak benar kalau dibilang tidak ada pendaftar sama sekali," tegasnya.
Dia juga menegaskan bahwa sekolah rakyat tidak hanya untuk rakyat miskin.
Namun program ini adalah sarana pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang.
"Kami ingin meluruskan, sekolah rakyat tidak hanya untuk orang miskin, justru sekolah untuk semua anak agar semua punya kesempatan yang sama belajar," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi menyatakan meralat pernyataanya terkait program nasional Sekolah Rakyat.
Pihaknya masih menunggu regulasi dari Kementerian Sosial.
"Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan penuh dalam pelaksananya Sekolah Rakyat, karena program ini adalah inisiatif dan dikelola oleh Kementerian Sosial, kami hanya berperan dalam pendampingan teknis, termasuk kesiapan tenaga pengajar dan koordinasi dengan pihak terkait," katanya.
Dia menegaskan sekolah rakyat tidak dibatalkan. Melainkan masih dalam tahap persiapan dan penyesuaian waktu pelaksanaan yang akan disesuaikan dengan kesiapan sarana, prasarana.
