Surabaya, korannasional.id - Satuan Samapta Polrestabes Surabaya menggelar operasi di Klakahrejo, Kecamatan Benowo, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu malam (11/10/2025).
Tepatnya di lokasi prostitusi yang dikenal dengan sebutan Moroseneng yang diduga kembali aktif meski telah resmi ditutup sejak 2015.
Hasilnya, dua mucikari, dua wanita pekerja seks komersial (PSK), satu laki-laki pelanggan, dan pemilik wisma berhasil diamankan.
Dari informasi yang dihimpun, keenam orang itu ditangkap di sebuah rumah di gang Klakahrejo yang dari luar tampak seperti warung kopi.
Saat digerebek, petugas mendapati pelanggan sedang bermesraan dengan salah satu Wanita Tuna Susila (WTS).
Moroseneng memang jarang benar-benar sepi. Selain di Klakahrejo, ada juga praktik prostitusi terselubung bercukul di Sememi Jaya I dan II.
Tarif esek-esek di sana rata-rata sekitar Rp200 ribu. Kebanyakan rumah bordir dikamuflase dengan kedok warung kopi.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana menjelaskan, operasi cipta kondisi tersebut merupakan tindak lanjut laporan masyarakat terkait dugaan prostitusi yang masih marak di kawasan eks lokalisasi Moroseneng.
Seluruh yang diamankan langsung dibawa ke Mako Polrestabes Surabaya untuk diproses sesuai tindak pidana ringan (Tipiring).
“Setiap bentuk pelanggaran akan ditindak tegas sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keamanan lingkungan,” ujar Erika.
Erika mengapresiasi peran masyarakat yang aktif melaporkan adanya praktik prostitusi di kawasan tersebut.
Ia berharap kepedulian seperti itu terus dijaga, karena laporan dari warga menjadi kunci dalam menekan aktivitas serupa. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyakit sosial.
