Surabaya, korannasional.id – Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) kembali hadir dengan kemeriahan yang memadukan unsur ekonomi, budaya, dan hiburan.
Event tahunan yang dinanti masyarakat ini digelar di Grand City Convex Surabaya selama 11 hari, mulai 9 hingga 19 Oktober 2025.
Pekan Raya Jatim 2025 diselenggarakan oleh JIEXPO bersama PT Hardayawidya Graha dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80.
Tahun ini, area pameran diperluas hingga 700 meter persegi dengan luasan total 15.000 meter persegi mencakup Exhibition Hall, Convention Hall, Open Space, dan Amusement Area.
Direktur PT Hardayawidya Graha, Gito Sugiarto, mengatakan PRJ Surabaya 2025 menargetkan 220 ribu pengunjung selama penyelenggaraan. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 195 ribu pengunjung.
“Tahun ini kami menghadirkan lebih dari 200 brand dengan variasi produk yang lebih beragam. Harapannya, PRJ Surabaya 2025 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sekaligus menjadi destinasi menarik bagi keluarga dan komunitas,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Event ini menjadi ajang one stop entertainment yang menawarkan berbagai produk mulai dari elektronik, fashion, otomotif, kecantikan, properti, hingga kuliner dengan promo spesial selama acara berlangsung.
Tak hanya perusahaan nasional dan multinasional, pelaku UMKM lokal juga ambil bagian dalam gelaran ini.
Sekitar 20 persen peserta berasal dari UMKM, terutama di sektor kuliner yang mendominasi area open space.
Selain menjadi ajang belanja, PRJ Surabaya juga menghadirkan berbagai hiburan keluarga, aktivitas anak-anak, serta pertunjukan musik yang membuat suasana pameran semakin hidup.
Dengan jam operasional yang diperpanjang dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, Pekan Raya Jatim 2025 menjadi momen ideal bagi warga Surabaya dan sekitarnya untuk berbelanja, berwisata, sekaligus mendukung produk-produk unggulan dari Jawa Timur.
“Tenant yang paling banyak memang makanan. Tahun ini kami targetkan transaksi mencapai 40 hingga 50 miliar rupiah, meningkat dari capaian tahun lalu sebesar 30 miliar,” jelas Gito.
