Surabaya, korannasional.id - Nasib curanmor yang dibakar massa di Kampung Jojoran III akhirnya tewas. Ia tak mampu bertahan setelah empat hari menjalani perawatan akibat luka bakar.
Laki-laki bernama Riski Kristianto (26) itu sempat menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Bhayangkara.
Ia dimassa setelah ketahuan akan mencuri sepeda motor. Empat hari dirawat, nyawanya tak tertolong. Lalu dinyatakan meninggal pada Minggu (2/11).
Polisi kini menelusuri siapa saja warga yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri itu. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial dijadikan petunjuk detik-detik pemuda asal Gunungsari, Wonokromo itu terbakar.
Sempat Ditolak Sejumlah Rumah Sakit
Pihak Polsek Gubeng mengaku belum bisa memberikan banyak keterangan. Semua masih dalam penyelidikan.
Aksi main hakim sendiri itu bermula dari kemarahan warga. Pemilik motor Dian Mieke menjelaskan saat itu pelaku yang berjumlah dua orang mendatangi rumahnya.
Pelaku mencuri motor Honda Beat yang terparkir di halaman rumah. Aksi pelaku dipergoki korban dan diteriaki maling.
Menurut warga kawasan Jojoran memang sering diresahkan oleh pencurian motor. Saat Riski tertangkap, amarah warga langsung memuncak.
Ia diikat di tiang listrik agar tidak kabur. Entah siapa yang memulai, ada yang kemudian menyiramkan bensin ke tubuhnya.
Di tengah kerumunan yang gaduh, seseorang mencoba melepas tali dengan korek gas. Namun percikan api justru menyambar tubuh Riski. Seketika, api membesar dan membakar sekujur tubuhnya.
Korban mengalami luka bakar hingga 70 persen. Ia sempat kesulitan mendapat perawatan karena beberapa rumah sakit menolak dengan alasan pengobatan pelaku kriminal tidak ditanggung asuransi kesehatan.
Akhirnya, Polsek Gubeng membawanya ke RS Bhayangkara agar mendapat penanganan medis. Namun, setelah empat hari dirawat, nyawanya tak tertolong.
Kepala Cabang Pemakaman Keputih, Ari, membenarkan adanya pemakaman pelaku curanmor tersebut.
Saat ditemui di kantor TPU Keputih, ia mengatakan jenazah memang dimakamkan di lahan baru kompleks pemakaman.
“Benar, ada jenazah yang dimakamkan di lahan baru TPU. Jenazah itu merupakan pasien kiriman dari RS Bhayangkara, dan proses pemakamannya diurus oleh pihak Kelurahan Mojo bersama Polsek Gubeng,” tandas Ari.