Keterangan Foto : Deddy Prasetyo M, Kasubag. Perencanaan DINTANPAN Rembang.
REMBANG, korannasional.id - Mengacu pada data BPS (Badan Pusat Statistik) yang menyebut bahwa PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pada sektor pertanian di Kabupaten Rembang pada Masa Tanam 1 (MT 1) pada 2025 silam mengalami trend peningkatan, sehingga diperkirakan bahwa sampai 18 (Delapan Belas) bulan kemudian terhadap ketersediaan kebutuhan pangan mulai dari kelompok padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak da lemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula serta sayur dan buah.
Dimana salah Satu Indikator capaian pertumbuhan tersebut dihitung versi PDRB BPS melihat dari total nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh lapangan usaha pertanian di wilayah Rembang meningkat hingga 7,29% dimana semula Dinas Pertanian dan Oangan Kabupaten Rembang hanya ditargetkan penuhi peningkatan sebesar 2,5% dengan capaian skor PPHnya (Pola Pangan Harapan) hingga 292%.
Seperti diungkapkan DINAS PERTANIAN DAN PANGAN Rembang melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan Deddy Prasetyo M. kepada awak media di ruangannya, Selasa, (26/6/2026)
" DINTANPAN (Dinas Pertanian dan Pangan) Rembang sebelumnya ditargetkan minimal dapat penuhi prosentase PDRB BBS sebesar 2,5%, namun karena cuacaNpada saat itu cuacabya sangan mendukung maka pihaknya dapat merealisasikannya sebesar 7,29% atau mendapat capaian skor PPH (Pola Pangan Harapan) yang untuk mengukur kualitas, keragaman, dan keseimbangan gizi konsumsi pangan masyarakat sebesar 292% ," terang Kasub.Bagian Perencanaan Dinas tersebut.
Termasuk peningkatan perhitungan capaian PDRB terhadap pertumbuhan produksi untuk mengukur kinerja sektor hulu pertanian mengacu pada persentase perbandingan hasil panen tahun berjalan dengan tahun sebelumnya ditarget peningkatan prosentase sebesar 1% namun pihaknya dapat merealisasikanya sebesar 5,85% atau diakulasikan perhitungan skor PPHnya mencapai 585%, terangnya lagi.
"Termasuk Dinas Pertanian Rembang mendapat skor PPH yang mengalami trend peningkatan terhadap Ketahanan Pangan (KETAPANG) dengan BPS mengukur atas kualitas, keragaman, dan keseimbangan gizi konsumsi pangan masyarakat yang semula ditarget minimal sebesar 1% meningkat, namun saat itu pihaknya dapat merealisasikannya 5,85% dengan capaian skor PPH PDRB BPS hingga 585% ," jelas Deddy.
Lebih lanjut Deddy menyampaikan bahwa penilaian BPS lainya termasuk paa indikator ketersediaan pangan di Rembang yang menunjukkan angka kualitas dan kuantitas terhadap ketersediaan pangan semula ditargetkan pertumbuhan sebesar 92,4%, namun pihaknya kembali dapat direalisasikan sebesar 92,47% atau capaian skor PPHnya saat itu hingga 100,1% , paparnya lagi.
"Termasuk capaian PDRB pada indikator Konsumsi yang semula ditargetkan oleh Pemerintah Daerah terdapat peningkatan sebesar 94, 76% namun juga dapat merealisasikannya hingga 96,7%, atau capaian skor hingga 102%, tambah Kepala Sub. Bagian Perencanaan tersebut.
Disinggung mengenai luasan area pertanian di wilayah Kabupaten Rembang didukung dengan kondisi cuaca yang menguntungkan saat itu hingga BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat trend peningkatan PDRB BPS pada sektor pertanian di Kabupaten Rembang, Eddy menyebut bahwa sampai sampai dengan Tahun 2025 pihaknya mendata terdapat sebanyak 26.643 Ha. lahan persawahan produktif digunakan petani, kemudian seluas 3.200 Ha. lahan untuk perkebunan Tebu dan luasan 2.711 Ha. (Hektar Are) untuk perkebunan tembakau, wijen dan kelapa, pungkas Dinas Pertanian dan Pangan Rembang. (SUGITO)
