Notification

×

Tag Terpopuler

Pencurian Kursi Taman Pemkot

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T11:28:57Z

 

Keterangan Foto : Petugas Satpol PP Kota Surabaya saat melakukan penertiban dan pengawasan aset milik Pemkot Surabaya di kawasan fasilitas umum.



SURABAYA — Korannasional.id, Modus tak biasa terungkap dalam kasus dugaan pencurian kursi fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Terduga pelaku ditengarai memanfaatkan mobil ambulans pribadi untuk mengangkut kursi taman hasil curian sebelum dijual ke pengepul barang bekas.


Kasus tersebut terbongkar saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, pada 23 Juni 2026.

Penemuan Aset di Atas Timbangan Barang Bekas


Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti, menjelaskan bahwa patroli awalnya ditujukan untuk pengawasan bangunan liar. Namun, petugas curiga saat melihat dua unit kursi taman berlogo Pemkot Surabaya berada di lapak penjualan barang bekas.


Saat petugas berbalik arah dan mengecek lokasi, kedua kursi taman khas milik Pemkot Surabaya tersebut sudah dinaikkan ke atas timbangan. Seorang pria yang tiba dengan sepeda motor bahkan sempat menunjukkan surat jalan yang diduga kuat palsu.


"Petugas kami mengidentifikasi di lokasi bahwa itu surat jalan palsu, seakan-akan dia mendapat tugas melakukan penjualan barang. Terduga pencuri dan penampung barang bekas langsung kami serahkan ke Polsek Gubeng," kata Irna Pawanti, Kamis (6/8/2026).


Irna menyayangkan sikap pihak penampung barang bekas yang tetap menerima barang tersebut, padahal logo dan desain kursi taman Pemkot Surabaya sangat khas dan mudah dikenali.
Pengangkutan Menggunakan Ambulans Pribadi


Fakta mengenai penggunaan kendaraan medis baru terkuak setelah jajaran kepolisian Polsek Gubeng melakukan interogasi intensif terhadap para terduga pelaku. Terduga pelaku yang diamankan diketahui merupakan warga Kabupaten Sumenep, Madura, dan menggunakan mobil ambulans pribadi dari luar kota.


Mobil ambulans tersebut bertugas mengangkut dan menurunkan kursi curian di lokasi pengepul pada pagi hari, lalu langsung pergi meninggalkan lokasi sebelum petugas Satpol PP tiba.


"Saat dilakukan interogasi oleh kepolisian, di situlah kami mengetahui bahwa modus mereka menggunakan ambulans pribadi dari luar kota. Yang dua orang sudah diproses kepolisian, sementara satu wanita yang diduga kaki tangan pelaku di Sumenep sedang diselidiki," pungkas Irna.


(*)
×
Berita Terbaru Update