Notification

×

Tag Terpopuler

Bupati Subandi Dorong 16 Sekolah Adiwiyata Jadi Penggerak Budaya Peduli Lingkungan

Jumat, 16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-17T03:23:10Z

Foto: Bupati Menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo





SIDOARJO, Korannasional – Penghargaan Adiwiyata di Kabupaten Sidoarjo diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang peduli lingkungan. Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta sekolah penerima penghargaan menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk melahirkan inovasi pengelolaan sampah dan membangun budaya hidup bersih sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Jumat (16/10/2026).

Sebanyak 16 sekolah menerima penghargaan dalam program tersebut. Subandi berharap, capaian itu menjadi awal untuk memperluas gerakan peduli lingkungan di dunia pendidikan, sekaligus mendorong terbentuknya generasi yang memiliki kesadaran terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

“Langkah ini tentunya berdampak pada tumbuhnya sumber daya manusia (SDM) yang peduli lingkungan sekaligus mewujudkan Sidoarjo yang bersih, indah, dan asri,” ujar Subandi.

Menurutnya, sekolah mempunyai peran penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam membiasakan perilaku menjaga kebersihan, memilah sampah, dan merawat lingkungan.

Kebiasaan tersebut, kata dia, harus diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari perilaku siswa di sekolah maupun di rumah.

“Sekolah ini punya peran penting bagaimana anak-anak kita dibiasakan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan supaya menjadi lingkungan yang asri,” tuturnya.

Subandi juga mengajak sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama menangani persoalan sampah. Ia meminta sekolah penerima penghargaan terus meningkatkan kualitas program lingkungan dan mengajak satuan pendidikan lainnya mengikuti langkah serupa.

“Saya titip, mari dijaga betul. Sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan ini harus terus meningkatkan kepeduliannya dan mengajak sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Kita jaga keindahan dan kebersihan lingkungan. Ini jihad bersama,” tegasnya.

16 Sekolah Terima Uang Pembinaan dan Tempat Sampah Terpilah

Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 diberikan kepada 16 sekolah dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

Penerima penghargaan tersebut adalah MTsN 2 Sidoarjo, SMPIT Darul Fikri, SMPN 3 Sidoarjo, MINU KH Mukmin, SMPN 1 Candi, MTsN 3 Sidoarjo, SMPN 3 Krian, SDN Entalsewu, SMPN 2 Tulangan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, SDN Punggul 2, SMPN 2 Waru, SSN Jenggot, SDN Keret, SMPN 2 Sidoarjo, dan SDN Sedati Agung.

Masing-masing sekolah memperoleh uang pembinaan sebesar Rp3 juta serta bantuan dua unit tempat sampah terpilah.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung keberlanjutan program lingkungan di sekolah, khususnya dalam membiasakan pemilahan sampah dan meningkatkan partisipasi siswa dalam menjaga kebersihan.

SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Terapkan Prinsip Zero Waste

Salah satu sekolah penerima penghargaan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, mengembangkan sejumlah cara untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkan kembali material yang masih berguna.

Koordinator Adiwiyata SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, Deby Nur, menjelaskan bahwa sekolah menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.

Sampah plastik diolah menjadi ecobrick, kemudian dimanfaatkan sebagai hiasan dan spot foto di lingkungan sekolah. Sementara itu, sisa makanan siswa digunakan sebagai bahan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam.

Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam yang dipelihara di sekolah. Bahkan, sisa media budidaya maggot atau kasgot juga digunakan kembali sebagai bahan alas ayam.

“Untuk sampah anorganik, yaitu sampah plastik diolah menjadi ecobrick yang dimanfaatkan sebagai hiasan menarik untuk spot foto di lingkungan sekolah. Sedangkan sisa makanan siswa dimanfaatkan sebagai budidaya maggot BSF. Lalu, maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan ikan dan ayam yang kami ternak,” jelas Deby.

Menurutnya, pemanfaatan sampah secara berulang tersebut merupakan penerapan prinsip zero waste, yakni mengurangi jumlah sampah yang dibuang dengan memaksimalkan penggunaan kembali bahan yang masih memiliki manfaat.

Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi siswa agar memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna apabila dikelola dengan tepat.

Melalui penghargaan Adiwiyata dan pengembangan inovasi di sekolah, Pemkab Sidoarjo berharap semakin banyak satuan pendidikan yang aktif menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Lebih dari itu, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi karakter generasi muda yang berkontribusi bagi terwujudnya Sidoarjo yang bersih, indah, dan asri.

(Ahmadi)

×
Berita Terbaru Update