Notification

×

Tag Terpopuler

Jumlah Inovasi Sidoarjo Naik Jadi 382, Bupati Subandi Minta Berdampak ke Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T07:51:58Z

Foto: Peneriman penghargaan oleh bupati sidoarjo




SIDOARJO, Korannasional.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., menegaskan pentingnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan hasil nyata. Penegasan tersebut disampaikan seiring meningkatnya jumlah inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dari 262 pada 2025 menjadi 382 pada 2026.

Pesan itu disampaikan Subandi saat menghadiri acara Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026).

Dalam sambutannya, Subandi mengingatkan bahwa bertambahnya jumlah inovasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan keberlanjutan program. Menurutnya, inovasi bukan sekadar perubahan pola kerja, melainkan upaya untuk menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Kalau pola kerja kita masih sama, kita harus berubah dengan inovasi. Tetapi, inovasi itu harus berkelanjutan. Kita harus bekerja dengan hasil yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Subandi menilai, berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo membutuhkan langkah konkret dan terobosan yang tepat. Sejumlah indikator masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, mulai dari pengangguran, kemiskinan, hingga persoalan kesehatan dan lingkungan.

Tingkat pengangguran terbuka di Sidoarjo tercatat sebesar 6,49 persen, sedangkan angka kemiskinan mencapai 4,40 persen. Di sektor kesehatan, prevalensi stunting meningkat dari 8,4 persen pada tahun sebelumnya menjadi 10,6 persen. Sementara itu, indeks lingkungan hidup berada pada angka 62,37.

Berbagai persoalan tersebut, kata Subandi, harus menjadi perhatian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merancang dan menjalankan program kerja.

Ia meminta setiap perangkat daerah tidak menjadikan inovasi sebatas kelengkapan dokumen atau laporan administrasi. Sebaliknya, inovasi harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Inovasi ini harus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Subandi juga menyoroti masih adanya tujuh perangkat daerah yang belum melaporkan inovasinya. Ia meminta OPD terkait segera melakukan evaluasi agar pengembangan inovasi dapat berjalan lebih optimal.

Pelaksanaan Outdoor Learning Diminta Dievaluasi

Selain mendorong inovasi birokrasi, Subandi memberikan perhatian terhadap kegiatan outdoor learning (ODL) di lingkungan sekolah.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menghentikannya sementara selama 2026.

Langkah itu diambil menyusul adanya laporan mengenai pelaksanaan ODL yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan bagi sekolah maupun orang tua siswa.

“Saya minta Dinas Pendidikan memberikan arahan yang jelas kepada sekolah. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya memberikan manfaat justru menimbulkan persoalan,” kata Subandi.

Ia berharap dinas terkait dapat memberikan pedoman yang jelas kepada satuan pendidikan agar pelaksanaan program sekolah tetap mengutamakan manfaat, keamanan, dan kebutuhan peserta didik.

Penanganan Stunting Harus Melibatkan Banyak Pihak

Persoalan stunting juga menjadi perhatian khusus dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo.

Subandi meminta penanganannya dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh instansi yang memiliki keterkaitan, mulai dari Dinas Kesehatan, perangkat daerah yang menangani keluarga berencana, kecamatan, hingga pemerintah desa.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar program penurunan stunting dapat berjalan efektif dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah desa juga diminta mengambil peran lebih aktif dengan mendukung program penanganan stunting melalui penganggaran dalam APBDes sesuai ketentuan dan kebutuhan di wilayah masing-masing.

Subandi berharap seluruh perangkat daerah mampu memperkuat sinergi dalam menjalankan program pembangunan. Dengan inovasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil, berbagai persoalan daerah diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.

(Ahmadi)

×
Berita Terbaru Update