Foto: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sarana Keadilan Rakyat Indonesia (YLBH-SKRI)
PASURUAN, Korannasional.id — Kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Arjuno tidak hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. Jaringan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 5,2 kilometer dilaporkan mengalami kerusakan parah, sehingga pasokan air ke permukiman warga terhenti.
Dampak tersebut dirasakan masyarakat Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga, khususnya di Dusun Cowek, kini menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Merespons kondisi tersebut, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sarana Keadilan Rakyat Indonesia (YLBH-SKRI) menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Rabu (21/10/2026).
Puluhan anggota YLBH-SKRI turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Dalam aksi itu, puluhan ribu liter air bersih didistribusikan menggunakan belasan kendaraan menuju lokasi terdampak.
Kegiatan tersebut dikomandoi langsung oleh Ketua Umum YLBH-SKRI, Muhammad Khoirul Huda. Ia menegaskan bahwa bantuan air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh pasokan air akibat kerusakan jaringan pipa.
“Kami hadir di sini karena kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda. Kerusakan pipa sepanjang 5,2 kilometer akibat kebakaran hutan telah membuat warga kesulitan. Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami, dan kami akan terus mendorong upaya pemulihan,” ujar Khoirul Huda di lokasi kegiatan.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebagai masalah sementara semata. Ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana lingkungan.
“Air bersih adalah hak dasar setiap warga negara, bukan kemewahan. Kami dari YLBH-SKRI tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Khoirul Huda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga terdampak. Ia mengingatkan bahwa kelestarian hutan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan sumber air dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Kebakaran ini adalah peringatan bagi kita semua. Jangan sampai setelah air susah, kita baru sadar betapa berharganya hutan dan air. Mari kita jaga alam, karena alam yang rusak akan selalu menuntut korban dari rakyat kecil,” pungkasnya.
Bantuan air bersih tersebut disambut rasa syukur oleh warga penerima manfaat. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kerusakan jaringan pipa setelah kebakaran membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Sejak kebakaran dan pipa rusak, kami kesulitan mendapatkan air untuk minum, masak, dan kebutuhan lain. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada YLBH-SKRI yang telah hadir membantu masyarakat di tengah kesulitan.
“Kami berterima kasih kepada YLBH-SKRI yang telah memberikan air bersih kepada kami. Semoga YLBH-SKRI semakin jaya dan terus membantu rakyat,” tambahnya.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga selama pasokan air bersih belum pulih sepenuhnya. Selain bantuan darurat, pemulihan jaringan pipa dan upaya menjaga kelestarian hutan menjadi bagian penting agar kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi. (Ddy)
