Jakarta, KoranNasional.id -
Keberadaan Lembaga Hidrografi merupakan komponen vital bagi sebuah negara maritim. Secara historis, Pushidrosal telah membuktikan perannya yang sangat strategis dalam memberikan kontribusi pada sektor maritim Indonesia, khususnya dalam bidang keselamatan pelayaran, pertahanan, pengelolaan pipa dan kabel bawah laut, serta diplomasi maritim dengan negara tetangga”.
Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat acara Syukuran Peringatan Hari Hidrografi TNI AL tahun 2025 sekaligus penandatanganan Prasasti Monumen Surveyor Hidrografi di Mako Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Jakarta Utara, Selasa (4/2/2025).
Lebih lanjut Kasal menjelaskan peran Hidrografi tidak hanya terbatas pada aspek keselamatan navigasi. Dalam fungsinya sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal berperan vital dalam menyediakan referensi peta laut resmi sebagai implementasi dari UNCLOS 1982 dan Konvensi Solas IMO. Hal lain yang membanggakan adalah kontribusi sektor kelautan terkait hidrografi terhadap perekonomian dan PDB nasional menunjukkan pencapaian signifikan.
Selain itu, dalam aspek pertahanan, Pushidrosal memiliki peran yang sangat penting. Lembaga ini secara konsisten memberikan dukungan informasi medan dan cuaca yang akurat untuk berbagai operasi TNI, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan TNI yang integratif dan sinergis untuk mendukung pemantapan sistem pertahanan keamanan negara.
“Saya berharap momentum ini dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi Pushidrosal bagi bangsa dan negara dalam mewujudkan Indonesia maju menuju Indonesia emas 2045”, pungkas Kasal.
Peringatan Hari Hidrografi TNI Angkatan Laut tahun 2025 yang mengangkat tema "Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, Petakan Laut Untuk Pertahanan Negara Dan Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas", bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan semangat juang prajurit Pushidrosal dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia, serta memperkuat identitas dan kebanggaan prajurit Pushidrosal.
Kasal dihadapan awak media juga menjelaskan dengan adanya Hari Hidrografi TNI AL ini maka Pushidrosal akan berperan lebih aktif, baik dalam hal kepentingan militer maupun kepentingan non militer, khususnya pemetaan laut, permasalahan data-data hidro-oseanografi untuk keselamatan dan kepentingan masyarakat maupun militer.
“Ke depannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut ini juga berperan di kancah regional dan global, dan ini sudah diakui oleh dunia internasional,” tandas Kasal.
Perlu diketahui sejarah singkat berdirinya Pushidrosal, berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 23 Agustus hingga 2 November 1949 di Den Haag Belanda, terbentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 27 Desember 1949. Sesuai dengan Keputusan KMB dan dengan terbentuknya Kabinet RIS, lahir Pushidrosal yang saat itu bernama Jawatan Hidrografi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 34/MP/50 pada tanggal 4 Februari 1950 tentang Struktur Organisasi Angkatan Laut RIS, yang menetapkan bagan struktur organisasi Staf Angkatan Laut Kementerian Pertahanan RIS beserta unsur-unsur dan komando-komando dari Angkatan Laut yang berkedudukan langsung di bawah KSAL.
Pushidrosal ditetapkan sebagai lembaga hidrografi nasional dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1951 tanggal 31 Maret 1951dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 tahun 1960 tanggal 14 Juli 1960, mengemban fungsi sebagai Lembaga Hidrografi Militer dan Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia, dan sekaligus menjadi wakil resmi pemerintah Indonesia pada organisasi-organisasi internasional bidang hidrografi. Beberapa bidang Hidrografi yang diwakili oleh Pushidrosal dalam kancah internasional antara lain International Hydrographic Organization (IHO), East Asia Hydrographic Commission (EAHC), North Indian Ocean Hydrographic Commission, (NIOHC) dan South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC).
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, prestasi, dan pengabdian prajurit TNI AL dalam bidang hidrografi, melalui Surat Keputusan Kasal pada tahun 2024, telah ditetapkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Ulang Tahun Hidrografi TNI AL. Penetapan ini merupakan tonggak bersejarah yang semakin memacu peran dan fungsi hidrografi dalam memperkuat kekuatan maritim Indonesia. (Red)
