Jombang, korannasional.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengklaim telah berhasil menggalakkan imunisasi campak hingga mencapai lebih dari 80 persen pada September 2025.
Kepala Dinkes Jombang Hexawan Tjahja Widada mengatakan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya kasus anak-anak yang menderita sakit akibat campak.
Menurutnya, ketiadaan kasus campak, dipengaruhi keberhasilan pelaksanaan imunisasi campak yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, khususnya pada balita.
“Kalau sudah ada imunisasi campak, berarti ada kekebalan diri dari balitanya,” kata Hexawan, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/9/2025).
Hingga September 2025, sebut Hexawan, pencapaian imunisasi campak pada anak-anak usia 1 tahun maupun usia di atasnya, telah mencapai lebih dari 80 persen.
“Imunisasi campak di Kabupaten Jombang, alhamdulillah sudah mencapai 80 persen dan hampir 90 persen,” ujar dia.
Dijelaskan Hexawan, untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak, pihaknya juga melakukan imunisasi kejar, yakni melengkapi imunisasi dasar atau lanjutan yang tertunda.
“Diikuti dengan imunisasi kejar, ini adalah mengimunisasi yang belum-belum atau terlambat diimunisasi campak,” katanya.
Pelaksanaan imunisasi, ungkap Hexawan, dilakukan dengan melibatkan tenaga medis dari puskesmas, puskesmas pembantu, serta para relawan kesehatan yang tersebar di seluruh desa. (Rani)
