Dalam sambutannya, Menteri Amran mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya yang berhasil mengendalikan inflasi, bahkan mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Ia menyebut bahwa Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, patut menjadi contoh bagi daerah lain.
“Pak Wali Kota Eri Cahyadi luar biasa, karena Surabaya deflasi 0,07 persen. Ini harus menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Menteri Amran.
Menteri Amran juga menekankan pentingnya menjaga harga beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, Kota Surabaya sudah melakukan hal tersebut dan terus menjaga pasokan beras SPHP di setiap pasar. "Kami teruskan pengecekan terus-menerus. Jangan menjual beras di atas HET. Terima kasih," tegasnya.
Lebih lanjut, Menteri Amran menjelaskan bahwa Jawa Timur lokasi menjadi operasi pasar besar-besaran dengan pelepasan 2.400 ton beras SPHP hari itu. Ia juga memastikan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut di daerah lain di Jawa Timur.
"Kita menghabiskan 2.400 ton hari ini, dan ini kita lanjutkan terus-menerus, bukan hari ini saja. Kami minta Bulog buka 24 jam. Kita tidak boleh membiarkan rakyat jalan sendiri," kata Menteri Amran.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memintanya untuk turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan beras aman hingga akhir tahun. Menteri Amran juga menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 1,3 juta ton dan masih ada 1 juta ton yang akan digunakan untuk operasi pasar hingga akhir tahun.Stok kita tertinggi selama merdeka dan kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur dan Pak Wali Kota yang turun ke lapangan, memeriksa langsung, dan mendengarkan suara rakyat, tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa GPM di Taman Mundu merupakan hasil kerja sama dengan Kanwil Bulog dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Hari ini, sebenarnya semuanya ditemukan oleh kerja sama dengan Kanwil Bulog Provinsi Jawa Timur dan teman-teman dari provinsi. Jadi, penyediaan komoditasnya disediakan oleh teman-teman dari provinsi dan Bulog Kanwil Jawa Timur," jelas Antiek ditemui dilokasi yang sama.
Antiek menekankan bahwa GPM kali ini lebih banyak menyediakan beras SPHP, meski begitu komoditas lain juga disediakan seperti telur, minyak, cabai dan bawang. “Untuk beras, disediakan 10 ton, telur 100 kilogram, gula 1 ton, minyak 700 liter, serta cabai dan bawang masing-masing 200 kilogram,” terangnya.
Terkait dampak GPM, Antiek menyebut bahwa kegiatan ini berkontribusi pada deflasi yang dialami Surabaya saat ini. "Kita saat ini malah deflasi, 0,07 persen. Di mana memang komoditas khususnya beras ini tidak masuk di 10 besar yang mengurangi inflasi," ujar Antiek.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya terus melakukan GPM, pasar murah, dan intervensi langsung ke pasar untuk menjaga stabilitas harga.
“Tentunya Pemkot Surabaya rutin melakukan GPM untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga,” tutupnya. (Lala)
