Notification

×

Tag Terpopuler

Paus Balin Sepanjang 7 Meter Terdampar dan Mati di Pantai Nglarap Tulungagung

Rabu, 24 September 2025 | September 24, 2025 WIB Last Updated 2025-09-24T08:32:10Z

Tulungangung, korannasional.id – Seekor paus balin (Balaenoptera sp.) sepanjang sekitar tujuh meter ditemukan terdampar dan mati di Pantai Nglarap, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Senin (22/9/2025). 

Penemuan bangkai mamalia laut langka ini pertama kali dilaporkan oleh seorang petani yang menggarap lahan di sekitar pantai. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke aparat keamanan dan lembaga terkait untuk dilakukan penanganan. 

Evakuasi Terkendala Akses Jalan 
Koordinator Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Popoh, Aipda Maryanto, menjelaskan bahwa saat ditemukan, paus balin tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. 

“Upaya evakuasi sempat dilakukan, namun terkendala akses jalan yang sulit dijangkau alat berat. Lubang kubur manual pun tak bisa segera digarap karena keterbatasan tenaga,” kata Maryanto, Selasa (23/9/2025). 

Untuk mencegah bangkai paus hanyut kembali ke laut, petugas mengikat tubuh paus ke karang di sekitar Pantai Nglarap. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Paus Balin Satwa Dilindungi 
Koordinator BPSPL Denpasar Satker Surabaya, Suwardi, menegaskan bahwa paus balin termasuk satwa yang dilindungi. Karena itu, penanganan bangkai paus harus dilakukan sesuai standar operasional. 

“Pilihan metode penanganan bisa dikubur, dibakar, ditenggelamkan, atau dibiarkan terurai alami,” jelas Suwardi. 

Namun, menurutnya, semua opsi memiliki kendala di lokasi kejadian. Penguburan memerlukan alat berat yang tidak bisa masuk ke area pantai.

Pembakaran tidak memungkinkan, sementara penenggelaman terkendala perahu yang sulit merapat ke lokasi. 

“Lokasinya jauh dari permukiman, sehingga diputuskan dibiarkan terurai alami,” ujar Suwardi.

Proses Pembusukan dan Risiko Kesehatan 
BPSPL memperkirakan proses pembusukan bangkai paus balin di Tulungagung ini akan berlangsung sekitar dua pekan hingga hanya menyisakan tulang belulang.

Selama proses tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati bangkai paus. 

“Penyebab kematian paus belum diketahui dan berpotensi menularkan penyakit. Paus adalah mamalia berdarah panas, risikonya mirip manusia,” tambah Suwardi. (Rani)


×
Berita Terbaru Update