Notification

×

Tag Terpopuler

Stasiun Klakah Resmi Jadi Stasiun Lumajang, Jumkah Wisatawan Naik 40 Persen

Kamis, 16 Oktober 2025 | Oktober 16, 2025 WIB Last Updated 2025-10-17T06:36:30Z

Lumajang, korannasional.id - Pergantian nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Sejak perubahan nama tersebut resmi diberlakukan, arus wisatawan yang datang ke wilayah ini meningkat signifikan, termasuk wisatawan mancanegara. 

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menjelaskan bahwa usulan pergantian nama stasiun telah disetujui dan tengah difinalisasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. 

“Usulan (pergantian nama stasiun) sudah mendapatkan respons yang sangat mendukung. Nama stasiun adalah simbol daerah, dan Lumajang pantas mendapatkan nama itu,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).

Bangun Citra dan Identitas Daerah 
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut baik perubahan nama tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk membangun citra dan identitas Lumajang di mata masyarakat luas.

“Selama ini wisatawan luar kota maupun mancanegara yang datang ke Lumajang melalui Stasiun Klakah tidak benar-benar tahu bahwa mereka telah sampai di Lumajang. Dengan pergantian nama ini, Lumajang bisa semakin dikenal,” ujar Indah. 

Ia menambahkan, kini masyarakat tidak perlu lagi menyebut “turun di Klakah” saat hendak ke Lumajang. “Sekarang pesan tiketnya langsung Stasiun Lumajang,” katanya.

Wisatawan Naik 40 Persen 
Indah mengungkapkan, sejak Stasiun Klakah resmi berganti nama menjadi Stasiun Lumajang, jumlah penumpang meningkat sekitar 40 persen. 

Lonjakan itu tak hanya datang dari pelancong domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang menjadikan Lumajang sebagai destinasi persinggahan utama di Jawa Timur. 

“Pergantian nama ini bukan hanya soal identitas, tapi simbol kebangkitan daerah. Kini Stasiun Lumajang menjadi pintu gerbang bagi wisatawan untuk mengenal potensi Lumajang lebih dekat,” ucap Indah, Rabu (15/10/2025). 

Data PT KAI Daop IX Jember menunjukkan peningkatan arus penumpang terjadi usai stasiun tersebut direvitalisasi dan dilengkapi fasilitas baru. Stasiun Lumajang kini menjadi titik turun favorit bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan, seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Puncak B29, dan Ranu Pane, pintu masuk menuju Gunung Semeru.

Ekonomi Lokal Ikut Tumbuh 
Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Menurut Indah, pelaku UMKM, warung, penginapan, hingga penyedia jasa transportasi lokal mengalami peningkatan pendapatan sejak perubahan nama stasiun diberlakukan.

“Setiap perbaikan fasilitas publik adalah kesempatan untuk mendukung ekonomi warga. Dari stasiun ini, wisatawan bisa menikmati keindahan Lumajang sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Indah.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, menegaskan pihaknya telah menyiapkan penataan ulang kawasan sekitar stasiun agar lebih representatif. Pemerintah daerah juga menyiapkan angkutan penghubung dari stasiun menuju berbagai objek wisata dan pusat kota. 

"Kami ingin membangun ulang wajah Lumajang melalui gerbang transportasinya. Semua penyesuaian teknis sudah kami siapkan,” jelas Rasmin.

Promosi dan Akses Wisata Terus Diperkuat 
Pemkab Lumajang memastikan momentum positif ini akan terus dijaga dengan memperkuat akses transportasi dan promosi wisata secara berkelanjutan. 

"Kami ingin setiap pengunjung yang datang merasakan kemudahan dan kenyamanan, sekaligus melihat keindahan dan keragaman potensi Lumajang,” ujar Indah menutup pernyataannya.

Dengan identitas baru dan fasilitas yang semakin lengkap, Stasiun Lumajang kini bukan sekadar titik transit, melainkan gerbang utama wisata Lumajang yang menghubungkan wisatawan dengan kekayaan alam dan budaya di kaki Semeru.


×
Berita Terbaru Update