Surabaya, Korannasional.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di Kota Surabaya.
Hal itu disampaikan Wali Kota Eri saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Apresiasi Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas Jilid V Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Tahun 2026 di Graha Unesa, Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Eri mengatakan, kiprah kader PKK selama ini tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi juga melalui berbagai program yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
"PKK ini terus turun ke masyarakat. Ada Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Sekolah Keluarga, Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri (Kemangi), Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang), dan macam-macam. Ketika ada Kampung Pancasila di setiap RW, itu juga tidak lepas dari peran PKK," kata Wali Kota Eri.
Menurut dia, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Keluarga sebagai lingkungan sosial terkecil dinilai memiliki peran besar dalam membentuk kualitas kehidupan warga.
"Saya yakin kalau keluarga sebagai yang terkecil bisa bahagia, maka Kota Surabaya bisa bahagia. Pilar utama kita adalah keluarga dan PKK memiliki peran besar di dalamnya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surabaya bersama TP PKK Kota Surabaya juga memberikan penghargaan Adhi Bhakti Utama kepada kader yang telah mengabdikan diri selama 25 tahun tanpa putus.
Ia menyebut penghargaan tersebut tidak sebanding dengan nilai pengabdian para kader yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk masyarakat. Terdapat kader yang telah mengabdi selama 25 tahun, 31 tahun, bahkan hingga 40 tahun. Sebagian di antaranya tetap aktif meski telah memasuki usia lanjut.
"Pengabdian seperti ini tidak ternilai. Apa yang sudah dilakukan dan didampingi selama puluhan tahun tidak bisa diukur hanya dengan sebuah penghargaan. Ini menunjukkan bahwa sejatinya pengabdian tidak mengenal batas waktu dan tempat," ungkapnya.
Bagi Wali Kota Eri, dedikasi para kader tersebut juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia pun meminta para kader PKK terus berperan dalam membina keluarga dan mendampingi masyarakat. Menurutnya, upaya membangun kota tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan keluarga yang kuat dan bahagia.
"PKK menjadi pembelajaran bagi kami tentang bagaimana mendedikasikan apa yang kita punya untuk warga Kota Surabaya. Jangan pernah menyerah, jangan pernah lelah. Saya yakin pengabdian dan kebaikan yang terus dilakukan PKK untuk mendampingi dan berbuat baik kepada masyarakat menjadi amal yang sangat berarti," tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan berbagai kegiatan dan perlombaan dalam rangka HKG PKK ke-54 dirancang bukan sekadar untuk menghasilkan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapan kami, output dari lomba-lomba ini adalah bagaimana kebiasaan baik itu menjadi habit di masyarakat. Misalnya membuang dan memilah sampah, mengolah sampah organik, serta memanfaatkan pekarangan," ujar Bunda Rini.
Ia menegaskan, setelah perlombaan selesai, pendampingan terhadap masyarakat tetap dilakukan. Salah satunya terhadap anak yang mengalami kondisi 2T, yakni dua kali penimbangan tetapi tidak mengalami kenaikan berat badan.
"Ini tidak hanya sekadar lomba selesai, tetapi ada pendampingan-pendampingan yang dilakukan. Anak-anak yang 2T juga kami dampingi sampai benar-benar menunjukkan perkembangan," katanya.
Bunda Rini memaparkan, hingga 2026, berbagai program pendampingan TP PKK Kota Surabaya telah menjangkau masyarakat dalam jumlah besar. Program Kemangi, misalnya, telah mendampingi 1.621 remaja dan 1.621 orang tua remaja untuk memperkuat peran ayah, memahami psikologi remaja, kesehatan remaja, bahaya Napza, serta membangun komunikasi antara orang tua dan anak.
Selanjutnya melalui SOTH, sebanyak 15.358 orang tua balita telah mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengasuhan serta tumbuh kembang anak. Program Selantang juga telah mendampingi 3.949 lansia agar tetap aktif, produktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Di bidang ketahanan pangan dan lingkungan, TP PKK Kota Surabaya mendampingi 153 RW dalam pemanfaatan pekarangan dan kemandirian pangan keluarga. Sebanyak 186 RW juga mendapat pendampingan terkait pemilahan sampah organik dan anorganik.
Bunda Rini menambahkan, penguatan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian. Sebanyak 1.377 ibu hamil dengan risiko tinggi telah mendapatkan pendampingan dan bantuan tambahan makanan sehat melalui kerja sama dengan BAZNAS. Selain itu, 1.274 balita mendapat pemeriksaan kesehatan melalui pengabdian masyarakat bersama 105 dokter spesialis anak yang tergabung dalam IDAI.
"Ini menunjukkan bahwa kegiatan PKK bukan hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bagaimana program itu benar-benar memberikan manfaat dan pendampingan kepada masyarakat," katanya.
Dalam rangka memperkuat keberlanjutan program, TP PKK Kota Surabaya juga menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta SMKN. Bunda Rini menyebut kolaborasi tersebut diperlukan karena PKK tidak dapat bekerja sendiri dalam menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
"Kami membuka pintu kolaborasi dengan semua pihak karena kami yakin tidak sanggup berjalan sendiri. Karena itu, kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan," ujarnya.
Di sisi lain, Bunda Rini menilai regenerasi kader menjadi hal penting agar gerakan PKK dapat terus berlanjut. Keterlibatan kader muda mulai didorong melalui berbagai kegiatan, termasuk Jambore TikTok PKK dengan tema "Ayo Jadilah Kader PKK Generasi Selanjutnya!".
"Yang sepuh-sepuh tidak selamanya ada. Karena itu harus ada regenerasi. Kami mengajak kader-kader yang lebih muda untuk meneruskan apa yang sudah dibina selama ini," kata dia.
Menurutnya, semangat HKG PKK ke-54 pada akhirnya bertumpu pada kebersamaan dan keikhlasan dalam mendampingi keluarga dan masyarakat.
"Dengan kebersamaan dan keikhlasan, kami berharap seluruh program dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan kasih sayang seorang ibu, insyaallah kita bisa menjalankan dan mendampingi masyarakat dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (red)