PASURUAN, KoranNasional.id – Keresahan melanda sejumlah perempuan di wilayah lereng Gunung Bromo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah perempuan mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat melintas di beberapa ruas jalan. Kondisi tersebut membuat mereka merasa waswas ketika harus bepergian seorang diri.
Informasi mengenai dugaan aksi tersebut mencuat setelah dua warga melaporkan kejadian yang mereka alami kepada Pemerintah Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, pada Senin (21/9/2026).
Setelah informasi tersebut disampaikan kepada sejumlah dusun dan wilayah sekitar, jumlah perempuan yang mengaku mengalami kejadian serupa disebut bertambah. Hingga kini, sekitar 10 perempuan disebut mengaku pernah mengalami kejadian yang diduga memiliki pola serupa.
Mereka disebut berasal dari beberapa wilayah di Kecamatan Tutur, antara lain Desa Andonosari, Wonosari, Tutur, Palangsari hingga Gendro.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, dugaan aksi tersebut disebut memiliki pola yang hampir sama. Pelaku diduga menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor, mengenakan jaket serta masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Pelaku diduga membuntuti perempuan yang melintas seorang diri. Ketika kondisi dianggap memungkinkan, pelaku kemudian mendekati korban dan melakukan tindakan yang oleh korban disebut sebagai pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif tubuh.
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Salah seorang korban bahkan disebut sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena pelaku lebih dahulu meninggalkan lokasi.
Warga menyebut kejadian serupa lebih sering dilaporkan terjadi pada siang hari, terutama ketika kondisi jalan relatif sepi.
Sekretaris Desa Andonosari, Sri Puji Astuti, mengatakan adanya laporan tersebut membuat sejumlah perempuan, khususnya ibu-ibu, merasa tidak lagi aman ketika harus melintas seorang diri.
Kekhawatiran semakin dirasakan ketika mereka harus melewati jalur yang sepi.
«“Sejumlah ibu-ibu sekarang merasa waswas kalau bepergian sendirian, terutama saat melintas di jalan yang sepi,” ujar Sri Puji Astuti.»
Pemerintah Desa Andonosari kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk menindaklanjuti informasi dan keresahan yang disampaikan masyarakat.
Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika bepergian seorang diri. Masyarakat diminta segera mencari tempat aman dan meminta bantuan apabila merasa diikuti atau menemukan situasi yang mencurigakan.
Pemerintah desa berharap warga yang pernah mengalami kejadian serupa segera melaporkan kepada pihak berwenang. Laporan tersebut diperlukan agar setiap kejadian dapat didokumentasikan, ditelusuri, dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Jumlah perempuan yang mengaku mengalami kejadian serupa juga masih dimungkinkan bertambah. Pemerintah desa bersama pihak terkait masih menghimpun informasi dari masyarakat, termasuk mengenai lokasi kejadian dan pola tindakan yang dilaporkan.
Hingga berita ini disusun, identitas orang yang diduga sebagai pelaku belum diketahui. Aparat diharapkan dapat melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan keamanan masyarakat, khususnya perempuan yang beraktivitas di sejumlah jalur wilayah Kecamatan Tutur.
(ddy)