Notification

×

Tag Terpopuler

Perpustakaan Digital Bidik Sekolah Sidoarjo, Dinas Pendidikan Dorong Pengembangan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 20 Oktober 2026 | Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T04:13:46Z


Foto: Pertemuan Wabup Sidoarjo Dengan Sekertaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo





Sidoarjo, Korannasional.id | 19 Oktober 2026 — Pengembangan perpustakaan digital mulai menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses bahan bacaan di lingkungan sekolah. Di Kabupaten Sidoarjo, program Perpustakaan Digital Sekolah yang dikembangkan Pustaka Media Guru mendapat respons positif dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Program tersebut dibahas dalam audiensi Pustaka Media Guru bersama Wakil Bupati Sidoarjo di rumah dinas Wabup, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas pemanfaatan teknologi untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Sidoarjo.

Mimik Idayana menilai akses bacaan yang mudah menjadi salah satu faktor penting dalam menumbuhkan minat baca anak. Namun, menurutnya, kegiatan membaca perlu disertai pembiasaan memahami dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh.

“Jangan sekadar membaca. Kalau bisa, setelah membaca harus diceritakan agar ada kemauan untuk membaca kembali,” ujarnya.

Mimik berharap sekolah dapat menyediakan ruang bagi siswa untuk menceritakan kembali buku yang dibaca. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berlatih menyampaikan pendapat, meningkatkan kreativitas, dan memperkaya kosakata.

Pemimpin Redaksi Pustaka Media Guru, Eko Prasetyo, mengatakan Perpustakaan Digital Sekolah dikembangkan untuk menjadikan kegiatan membaca dan menulis lebih mudah dijangkau melalui perangkat digital.

Aplikasi tersebut tersedia secara gratis untuk perangkat Android dan iOS. Selain memberikan akses terhadap koleksi bacaan, sistemnya memungkinkan sekolah memantau aktivitas membaca siswa, termasuk durasi membaca dan jumlah buku yang telah dibaca.

“Perpustakaan digital ini dapat diakses melalui aplikasi pada perangkat Android dan iOS secara gratis. Sistemnya juga memungkinkan sekolah memantau aktivitas membaca setiap siswa, mulai dari durasi membaca hingga jumlah buku yang telah dibaca,” jelas Eko.

Menurutnya, penggunaan koleksi digital juga memberikan alternatif bagi sekolah yang ingin menambah bahan bacaan dengan biaya relatif lebih murah dibandingkan pengadaan buku cetak.

Tak hanya sebagai sarana membaca, platform tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk menghasilkan karya tulis, seperti cerpen dan berbagai konten lokal lainnya. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat mendukung pengembangan kemampuan literasi secara lebih luas.

Eko berharap program ini dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo serta melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan budaya literasi. Ia menyebutkan lebih dari 100 sekolah di Sidoarjo telah memiliki perpustakaan dengan sistem pengelolaan yang beragam.

Karena itu, menurut Netti, pengembangan perpustakaan digital perlu mempertimbangkan kondisi setiap sekolah. Sistem baru diharapkan dapat melengkapi layanan yang sudah berjalan, bukan justru menimbulkan kebingungan bagi pengelola maupun warga sekolah.

“Penerapan perpustakaan digital perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah yang telah memiliki sistem perpustakaan sendiri,” katanya.

Netti juga menekankan pentingnya menyediakan koleksi yang sesuai dengan usia dan kemampuan membaca siswa. Untuk peserta didik di kelas awal, buku bergambar dan komik dengan teks sederhana dapat digunakan sebagai pilihan bacaan yang lebih mudah dipahami.

Ia menyatakan kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mengembangkan layanan perpustakaan sesuai kebutuhan, sekaligus memperluas kesempatan siswa untuk mengakses sumber pengetahuan.

Melalui pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi sekolah, pengembangan perpustakaan digital diharapkan menjadi pelengkap sistem literasi yang sudah ada. Upaya ini juga diharapkan mendorong budaya membaca dan menulis agar semakin kuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

(Ahmadi)

×
Berita Terbaru Update